SIGMA TV UNJ – Gangguan teknis berupa pemadaman listrik sempat terjadi pada pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Universitas Negeri Jakarta. Peristiwa ini terjadi pada hari ketiga pelaksanaan, tepatnya pada Kamis, 23 April 2026 pada sesi kelima, atau sesi pagi yang dijadwalkan berakhir pukul 10.30 WIB. Pemadaman listrik terjadi sekitar pukul 10.27 WIB, sehingga proses ujian di lokasi terdampak tidak dapat langsung diselesaikan.
Prof. Dr. Ifan Iskandar, M.Hum selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNJ sekaligus Ketua panitia SNBT UNJ 2026 menjelaskan bahwa gangguan tersebut terjadi kurang dari tiga menit sebelum ujian berakhir, sehingga panitia perlu menunggu hingga pasokan listrik kembali normal agar peserta dapat menyelesaikan sisa waktu ujian. “Kejadiannya sangat dekat dengan waktu selesai, sehingga kami menunggu listrik kembali menyala agar peserta tetap bisa menyelesaikan ujian,” ujarnya.

Gangguan listrik tersebut terjadi di dua titik lokasi dalam kampus, yakni Tower A dan Tower B Gedung Saudi Fund for Development (SFD) yang merupakan gedung baru dengan sistem genset yang belum berfungsi optimal. Sementara itu, lokasi lain seperti UPT TIK/Pustikom dan Gedung Dewi Sartika tetap berjalan normal tanpa kendala, meskipun memiliki kapasitas peserta yang lebih besar. Menurut Prof. Dr. Ifan Iskandar, kondisi ini tidak mengganggu keseluruhan pelaksanaan karena hanya terjadi di titik terbatas.
“Hanya dua lokasi yang terdampak, sementara titik lainnya tetap berjalan lancar sesuai jadwal,” jelasnya.
Setelah dilakukan koordinasi dengan panitia nasional, pelaksanaan ujian dipastikan tetap berlanjut dengan penyesuaian waktu. Sesi kedua pada hari yang sama mengalami pengunduran dari jadwal semula sekitar pukul 13.00 WIB menjadi pukul 14.00 WIB. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama dalam menyelesaikan ujian.
Dampak gangguan listrik juga dirasakan secara terbatas di beberapa lokasi mitra, seperti SMKN 50 Jakarta dan SMKN 40 Jakarta, terutama pada sesi kedua yang harus dimundurkan hingga pukul 14.00 agar pelaksanaan UTBK kembali serentak. Sementara itu, lokasi mitra lain seperti SMKN 1 Jakarta tidak mengalami kendala dan tetap berjalan sesuai jadwal.
Pihak penyelenggara telah mengantisipasi potensi gangguan dengan menyediakan genset di lokasi ujian, termasuk di sekolah mitra. Namun, keterbatasan kapasitas genset menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perlunya penyesuaian waktu.
“Daya tahan genset yang bersifat penyimpan energi hanya mampu bertahan sekitar satu setengah jam, sementara keseluruhan durasi ujian mencapai sekitar tiga setengah jam” ujar Prof. Ifan Iskandar.
Meski sempat terjadi kendala, pelaksanaan UTBK-SNBT di UNJ tetap dapat diselesaikan dengan baik. Pihak kampus juga telah melakukan langkah lanjutan dengan menambah dan mengoptimalkan ketersediaan genset, khususnya di titik yang sebelumnya terdampak.
“Kami sudah melakukan antisipasi lanjutan agar kejadian serupa tidak terulang pada sesi berikutnya,” tutupnya. SIGMA TV UNJ/ Inqy Azzahra Putri